Manajemen Produksi Tanaman


Student Centered Learning

Student Centered Learning

Sistem Kredit Semester (SKS) telah diterapkan di IPB dan hampir seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Dalam sistem ini digunakan satuan kredit semester (sks) sebagai ukuran yang digunakan untuk menyatakan besarnya beban studi mahasiswa, besarnya pernyataan atas keberhasilan usaha kumulatif bagi program tertentu, serta ukuran untuk beban penyelenggaraan pendidikan. Bagi mahasiswa satu sks dengan metode kuliah meliputi tiga kegiatan per minggu selama satu semester, sebagai berikut: (a) kegiatan tatap muka terjadwal dengan dosen selama 50 menit, (b) kegiatan akademik terstruktur selama 60 menit dan (c) kegiatan belajar mandiri selama 60 menit. Tetapi, pada prakteknya hanya kegiatan tatap muka saja yang dilaksanakan oleh mahasiswa. Kegiatan akademik terstruktur kadang-kadang diberikan oleh dosen, tetapi tidak selalu. Sedangkan kegiatan belajar mandiri hampir tidak dilaksanakan oleh mahasiswa. Akibatnya sistem ini kurang efektif dalam meningkatkan prestasi mahasiswa. Selain itu sistem pembelajaran ini kurang dapat meningkatkan soft skill mahasiswa.

Permasalahan yang sering dihadapi dalam pembelajaran di Perguruan Tinggi adalah mahasiswa pasif dalam mempelajari bahan pembelajaran. Ada dua penyebab pasifnya mahasiswa dalam perkuliahan, ialah: (a) cara penyampaian materi oleh dosen yang tidak melibatkan mahasiswa; sehingga mahasiswa hanya menjadi pendengar, dan/atau (b) karena mahasiswa tidak siap untuk menerima bahan pembelajaran. Kondisi ini tentu kurang menguntungkan dalam proses pembelajaran, karena seharusnya mahasiswa mempunyai peran aktif.

Karena itu diperlukan suatu inovasi agar mahasiswa menjalankan ketiga kegiatan ini untuk meningkatkan prestasi dan soft skill mahasiswa. Salah satu inovasi yang dapat dikembangkan adalah Cara Belajar Mahasiswa Aktif atau Student Centered Learning (SCL). Cara ini tidak mudah dilakukan, karena yang terjadi justru kebalikkannya; mahasiswa tidak aktif. Untuk itu diperlukan suatu inovasi agar SCL bisa diterapkan untuk meningkatkan proses pembelajaran.

Dengan SCL mahasiswa akan bekerja dengan berbagai aktifitas dalam mempelajari bahan pembelajaran. Mahasiswa akan terlatih untuk mempunyai tanggungjawab yang lebih besar dalam proses pembelajaran dan tertanam suatu kebiasaan belajar yang lebih bertanggungjawab. Menurut Blumberg (2005) dengan SCL maka:

1. Fungsi dari materi pembelajaran adalah membangun fondasi ilmu pengetahuan yang kuat dan mengembangkan keterampilan dan kesadaran belajar secara mandiri pada mahasiswa;

2. Peran dosen lebih berfokus pada pembelajaran mahasiswa dan bertindak sebagai fasilitator, bukan mengajar secara ceramah;

3. Tanggung jawab dalam pembelajaran bergeser dari dosen pada mahasiswa; mahasiswa mengambil alih tanggungjawab dengan belajar mandiri; dosen menciptakan lingkungan belajar yang bisa memotivasi mahasiswa menerima tanggungjawab belajar mandiri;

4. Proses dan tujuan evaluasi bergeser dari sekedar menilai tugas menjadi memberikan juga masukan konstruktif atas tugas mahasiswa; dalam SCL asesmen tugas mahasiswa merupakan bagian dari proses pembelajaran.

SCL dalam Manajemen Produksi Tanaman

Dalam mata ajaran Manajemen Produksi Tanaman sebelum SCL ini diterapkan telah dilakukan transisi menuju SCL. Usaha ini dilakukan agar peran dosen maupun mahasiswa dalam proses pembelajaran dilaksanakan dengan baik. Telah dicobakan sistem pembelajaran yang dapat meningkatkan aktivitas mahasiswa dalam pembelajaran. Dengan sistem ini, komunikasi dalam pembelajaran tidak hanya berlangsung satu arah; mahasiswa dilibatkan dan dimintai pendapat dalam topik-topik pembelajaran yang diberikan; mahasiswa diberi semangat untuk bertanya dan mengungkapkan pendapat; setiap saat mahasiswa diijinkan bertanya, mengemukakan pendapat, bahkan membantah dosen (apabila mahasiswa berbeda pendapat, penjelasan dosen dianggap kurang tepat). Di lain pihak dosen sewaktu-waktu bertanya atau minta pendapat kepada mahasiswa. Metode ini mendapat apresiasi oleh mahasiswa yang ditunjukkan cukup tingginya nilai Evaluasi Proses Belajar Mengajar dosen yang dilakukan mahasiswa sebesar 3.09.

Student Centered Learning yang akan dilaksanakan mulai tahun ajaran 2008/2009 ini, selain akan meningkatkan kemampuan dan prestasi mahasiswa dalam Manajemen Produksi Tanaman, juga akan meningkatkan soft skill dan kemampuan technopreneurship mahasiswa.

Tujuan dan manfaat dilaksanakan SCL adalah:

1. Meningkatkan prestasi serta kemampuan mahasiswa dalam Manajemen Produksi Tanaman.

2. Meningkatkan peran dosen dan mahasiswa dalam proses pembelajaran.

3. Meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam belajar mandiri agar dapat mempelajari hal-hal lain lebih lanjut secara mandiri sehingga mahasiswa menjadi pembelajar seumur hidup (lifelong learners).

4. Meningkatkan soft skill mahasiswa, yang meliputi:

a. Kemauan untuk bekerja keras, tidak sekedar pasif dalam belajar;

b. Kemampuan bekerja mandiri, karena peran dosen hanya sebagai tutor, mahasiswa dituntut belajar mandiri berdasarkan arahan yang diberikan;

c. Kemampuan bekerja dalam tim, karena kerjasama tim sangat menentukan nilai akhir masing-masing individu anggota kelompok;

d. Kemampuan bekerja dalam tekanan;

e. Kemampuan berfikir analitis, dalam praktikum mahasiswa akan membuat analisa-analisa penting dalam membangun perusahaan;

f. Kemampuan mahasiswa berdiskusi secara logis dan bertanggung jawab (memformulasikan pertanyaan yang berkualitas tentang suatu subyek, menjawab pertanyaan menggunakan berbagai metode, mengungkapkan pendapat dan berargumentasi secara logis, kejujuran dalam menilai jawaban atas pertanyaan sendiri maupun pertanyaan kawan, kemampuan untuk menerima dan mengelola perbedaan pendapat);

g. Kemampuan berkomunikasi baik secara lisan maupun tulisan.

5. Meningkatkan kemampuan technopreneurship mahasiswa. Hal ini diperoleh dengan permainan peran sebagai pengusaha pertanian dan sebagai bankir dalam praktikum.


1 Comment so far
Leave a comment

saya setuju dengan sistem ini karena sistem ini dapat meningkatkan peran aktif mahasiswa dalam pembelajaran. akan tetapi karena sistem ini baru pertama kali diterapkan, alangkah lebih baiknya kalau dari pihak dosen/fasilitator juga dapat memberi pengarahan atau dasar kepada mahasiswa tentang bagaimana cara mengaplikasikan sistem ini yang baik, efektif dan efisien karena perubahan sistem ini juga akan mempersulit mahasiswa dalam hal adaptasi. tidak semua mahasiswa dapat beradaptasi secara langsung dan cepat dengan sistem ini. selain itu, perlu juga dicontohkan bagaimana aplikasi sistem SCL ini jika dilihat dari sudut pandang sebagai mahasiswa sehingga dapat dijadikan acuan atau dasar bagi sistem SCL yang baik dan benar.

Comment by rahman




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: