Manajemen Produksi Tanaman


Metode Pembelajaran MPT

Pada proses perkuliahan metode pembelajaran yang akan dilakukan berupa model SCL berupa Student Teams-Achievement Divisions. Dalam praktikum model SCL yang digunakan adalah simulasi dengan permainan peran.

Dengan metode ini akan terjadi perubahan peran mahasiswa dalam proses pembelajaran sebagai berikut:

1. Mahasiswa bertanggungjawab penuh dalam proses pembelajaran;

2. Mahasiswa belajar bagaimana belajar secara mandiri, semua kegiatan belajar akan dilakukan oleh mahasiswa sendiri;

3. Mahasiswa secara aktif mencari pengetahuan dan melakukan konstruksi dan pemahaman terhadap materi pembelajaran

Sedangkan dosen akan berperan dalam:

1. Menyediakan berbagai cara dan bentuk untuk mengakses bahan pembelajaran;

2. Bertindak sebagai fasilitator yang membantu mahasiswa dalam mengkases dan memproses bahan pembelajaran;

3. Memfasilitasi proses belajar aktif;

4. Memberikan dukungan kepada mahasiswa dalam belajar aktif untuk meningkatkan kemampuan dalam menguasai pengetahuan;

5. Meningkatkan motivasi dan semangat mahasiswa untuk memajukan pelajaran dan meningkatkan kemampuannya untuk belajar secara mandiri.

Pelaksanaan proses pembelajaran pada perkuliahan sebagai berikut:

1.Bahan pembelajaran akan dimuat dalam blog (manajemenproduksitanaman@wordpress.com). Setiap topik pembelajaran akan dimuat dalam blog pada 3 hari sebelum topik tersebut dibahas sampai 3 hari setelah topik dibahas. Bahan pembelajaran berupa text, gambar, maupun petunjuk untuk mencari bahan pembelajaran yang lebih luas.

2. Textbook sebagai bahan pembelajaran akan disediakan di perpustakaan Departemen Agronomi & Hortikultura dalam jumlah yang cukup.

3. Mahasiswa dikelompokkan dalam 8-10 kelompok dengan masing-masing kelompok terdiri atas 8 orang. Pembagian kelompok dilakukan sedemikian rupa sehingga nilai rata-rata IPK kelompok hampir sama (sehingga ada keadilan kelompok).

4. Mahasiswa wajib mempelajari bahan pembelajaran dan membuat pertanyaan mengenai topik yang akan dibahas (sebagai belajar mandiri). Pertanyaan mahasiswa dibuat tertulis dan dikumpulkan pada tutor.

5. Perkuliahan selama 100 menit dilaksanakan sebagai berikut:

a. 30 menit pertama pengantar pembahasan topik oleh tutor. Selain membahas topik, tutor akan menyelipkan pesan-pesan moral untuk membangun soft skill pada mahasiswa.

b. 30 menit kedua diskusi kelompok mahasiswa membicarakan topik pembelajaran minggu ini. Pada materi yang menyangkut perhitungan seperti menghitung investasi, menghitung tenaga kerja dan sebagainya, pada tahap ini diskusi dilakukan untuk membahas kasus (menghitung investasi berdasarkan data yang sudah dicari sebelumnya).

c. 30 menit ketiga, tanya jawab antar kelompok.

d. 10 menit terakhir adalah penguatan oleh dosen.

6. Setelah selesai perkuliahan masing-masing kelompok akan membuat rumusan atau rangkuman materi pembelajaran (di luar jam kuliah sebagai tugas terstruktur). Rangkuman materi pembelajaran akan dikoreksi oleh tutor dan dikembalikan kepada mahasiswa.

7. Evaluasi hasil belajar akan diberikan berdasar nilai tugas membuat pertanyaan (nilai individual), proses diskusi (nilai individual), diskusi antar kelompok (nilai kelompok), rumusan diskusi (nilai kelompok) dan UTS & UAS (nilai individual). Nilai rata-rata UTS maupun UAS dari anggota kelompok akan digunakan juga untuk menghitung nilai akhir setiap anggota. Dengan cara ini maka anggota kelompok yang ’lebih pandai’ akan membantu anggota kelompok yang ’kurang pandai’ untuk meningkatkan nilai rata-rata kelompok.

Praktikum dilakukan dengan cara simulasi membuat perusahaan bidang pertanian. Pelaksanaannya sebagai berikut:

1. Mahasiswa dibagi atas 8-10 kelompok yang berbeda dengan kelompok perkuliahan. Seperti pada kuliah, pembagian kelompok dilakukan sedemikian rupa sehingga nilai rata-rata IPK kelompok hampir sama. Masing-masing kelompok diminta membuat perusahaan imajiner yang bergerak dalam bidang pertanian.

2. Pada minggu pertama praktikum akan mendiskusikan dengan mahasiswa metode praktikum dengan SCL.

3. Pada minggu ke 2, 5 dan 11 akan dilakukan kunjungan lapangan ke sistem produksi padi sawah, hortikultura, dan perkebunan.

4. Pada praktikum minggu 3 sampai dengan ke 10, masing-masing kelompok akan membuat simulasi berdasarkan bahan pembelajaran dalam jam kuliah. Contoh: apabila pada jam kuliah sedang dibicarakan mengenai Analisis SWOT, maka pada jam praktikum masing-masing kelompok melakukan Analisis SWOT perusahaannya masing-masing.

5. Pada minggu ke 12-16 masing-masing kelompok akan melakukan presentasi mengenai perusahaannya dengan peran sebagai berikut:

a. Kelompok yang melakukan presentasi berperan sebagai perusahaan yang akan mengajukan kredit ke bank. Mereka menyampaikan fesibility study perusahaannya dalam presentasi tersebut.

b. Salah satu kelompok akan berperan sebagai bankir yang akan bertanya secara mendalam tentang perusahaan yang mengajukan kredit untuk menentukan kredit akan diberikan atau tidak.

6. Selama 10-15 menit akan diberikan kesempatan kepada penanya umum untuk menanyakan hal lain yang belum ditanya oleh bankir.

7. Penguatan oleh tutor akan dilakukan selama 10 menit terakhir.

8. Feasibility study akan diperbaiki oleh kelompok berdasarkan masukan bankir, penanya umum dan tutor.

9. Evaluasi akan dilakukan berdasarkan Feasibility Study (nilai kelompok), presentasi (nilai kelompok & individual), aktivitas dalam diskusi (individual).


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: