Manajemen Produksi Tanaman


Visi, Misi dan Perencanaan Strategis (RPO)

VISI, MISI & PERENCANAAN STRATEGIS

Pelajari Buku (ada di Perpustakaan AGH):

1.  David, F. R.  2006. Strategic Management.  Penerbit salemba Empat. Hal sampul depan bgian dalam, 5-19, 68-95

2.  Tripomo, T. dan Udan. 2005.  Manajemen Strategi.  Penerbit Rekayasa`sain.  Hal 54-65

3.  Wall, B., R. S. Solum, M. R. Sobol. 1999.  The Visionary Leader.  Iteraksara. Hal59-134.

4.  Utami, N.W. Strategi Pengembangan Manggis di Kabupaten Sawalunto/Sijunjung, Propinsi Sumater Barat. Halaman: 31-36, 107-128.

5.  Power Point terlampir:   VISI & Strategi Pengembangan2010

Konsep Manajemen strategi adalah untuk mencapai dan mempertahankan keunggulan kompetitif. Manajemen Strategis dapat didifinisikan sebagai seni dan ilmu untuk memformulasi, mengimplementasi, dan mengevaluasi keputusan lintas fungsi yang memungkinkan organisasi dapat mencapai tujuannya. Manajemen Strategis berfokus pada mengintegrasikan manajemen, pemasaran, keuangan/akuntasi, produksi/operasi, penelitian dan pengembangan, dan sistem informasi komputer untuk mencapai keberhasilan organisasi (David, 2006).

Penyususnan strategi perusahaan dimulai dari mengembangkan pernyataan Visi & Misi, malkukan audit internal dan eksternal, menetapkan tujuan jangka panjang, merumuskan, mengevaluasi dan memilih strategi, implementasi strategi dan dilanjutkan dengan mengukur dan mengevaluasi kinerja perusahaan (Lihat Gambar pada halaman sampul buku David, 2006).

Sebelum menyusun pernyataan visi dan misi, perlu dipahami adanya 3 unsur yang harus dimiliki perusahaan agar sukses, ialah:

  1. Sasaran bersama. Setiap karyawan dalam perusahaan biasanya akan bekerja spesialis pada bidangnya, perhatian tertuju pada rincian pekerjaan sendiri, tetapi setiap karyawan harus bekerja bersama-sama, dan mempunyai komitmen terhadap sasaran –misi- perusahaan. Tanpa ada sasaran bersama dan komitmen untuk mensukseskan sasaran tersebut, perusahaan tidak akan mampu bertahan.
  2. Nilai-nilai bersama. Ini adal;ah hal yang sangat penting walaupun seringkali sulit ditentukan. Dalam mencapai sasaran bersama, karyawan memerlukan nilai-nilai yang menuntun mereka dalam memperlakukan pekerjaannya dan memperlakukan karyawan satu dengan yang lain. Perusahaan yang mau maju perlu menegakkan budaya dalam perusahaan yang didasarkan pada kepercayaan dan partisipasi. Budaya perusahaan akan membantu tumbuhnya kreativitas dan produktivitas, serta meningkatkan karya karyawan maupun kehidupan mereka.
  3. Kehadiran kepemimpinan. Budaya perusahaan tidak dapat dipertahankan tanpa kepemimpinan. Karyawan yang bekerja diperusahaan yang maju dan produktif merasakan adanya hubungan pribadi dengan pimpinan perusahaan. Ini merupakan hubungan yang mengilhami komitmen terhadap visi perusahaan. Pemimpin merupakan penentu kualitas`lingkungan kerja (Wall, Solum & Sobol, 1999).

Pernyataan Visi

Pernyataan visi merupakan tahap pertama dalam perencanaan strategis. Pernyataan visi seringkali merupakan kalimat tunggal untuk menjawab ”Ingin menjadi apakah kita? Apa yang ingin kita capai?”.Visi organisasi menggambarkan posisi penting atau peluang besar yang mungkin diraih dimasa depan (Tripomo & Udan, 2005). Namun peluang tersebut hanya akan bisa diraih dengan bekerja keras, sungguh-sungguh dan konsisten dalam jangka panjang. Visi perusahaan dapat memusatkan, mengarahkan, memotivasi, menyatukan, dan bahkan memberi inspirasi suatu bisnis untuk mencapai kinerja superior. Pekerjaan dari penyusunan strategi adalah mengindentifikasi dan meramalkan visi dengan jelas (Keane, dalam David, 2006). Pernyataan visi yang jelas memberikan dasar untuk mengembangkan pernyataan misi yang komprehensif.

Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan tentang pernyataan visi (Tripomo & Udan, 2005):

  1. Visi menunjukkan arah strategis;
  2. Visi lebih menunjukkan apa yang ingin dicapai, buka bagaimana cara mencapainya;
  3. Seperti pernyataan ’tujuan jangka panjang’, visi bisa berupa hasil akhir (misalnya besar pendapatan dan keuntungan, besar pangsa pasar, dsb.), bisa juga berupa kemampuan (misalnya mampu memproduksi biodisel dengan oktan tinggi);
  4. Visi dan goal berbeda dalam jangka waktu pencapaian. Goal adalah suatu langkah yang harus dicapai dalam jangka waktu tertentu untuk mencapai visi yang diinginkan;
  5. Visi merupakan representasi dari keyakinan mengenai bagaimanakah seharusnya bentuk organisasi perusahaan dimasa depan dalam pandangan pelanggan, karyawan, pemilik, dan stakeholder lainnya. Selain untuk memacu arah organisasi, pernyataan visi yang baik seringkali mampu membangkitkan semangat, karena anggota organisasi merasayakin bahwa organisasinya memiliki masa depan yang cerah.

Contoh pernyataan visi beberapa perusahaan (David, 2006)

{ Organisasi nasional yang merepresentasikan anggotanya dalam semua aspek dari unggas dan telur di tingkat nasional dan internasional (US Poultry & Egg Association)

{ Visi USGS adalah menjadi pemimpin dunia dalam ilmu alam melalui kualitas ilmu pengetahuan dan kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat (US Geological Survey)

{ Visi kami adalah menjaga mata anda (Stokes Eye Clinic)

{ Pimpinan global dalam pendidikan, sertifikasi, dan praktik akutansi manajemen dan manajemen keuangan (Istitute of Management Accuntant)

Pernyataan Misi

Pernyataan Misi adalah penyataan tujuan jangka panjang yang membedakan satu perusahaan dengan perusahaan sejenis lain. Pernyataan Misi mengidentifikasi cakupan operasi perusahaan dalam difinisi produk dan pasar menjawab pertanyaan ‘apa bisnis kita?’, menggambarkan nilai dan prioritas suatu organisasi, sifat dan cakupan operasi saat ini & evaluasi potensi pasar dan aktivitas masa depan, menggambarkan arah dan masa depan organisasi. Pernyataan Misi menjawab pertanyaan yang mengandung alasan kenapa perusahaan ini ada (Wall et al., 1999):

  1. Siapa kita?
  2. Apa yang kita lakukan?
  3. Untuk siapa kita melakukan?
  4. Mengapa kita melakukan?

Fungsi pernyataan Misi:

  1. Menetapkan sasaran perusahaan.
  2. Mengkoordinasikan tindakan usaha.
  3. Menyatakan sasaran perusahaan.
  4. Menciptakan masa depan bagi perusahaan.

Pernyataan misi haruslah:

  1. mengesankan
  2. memaksa
  3. dipusatkan pada pelanggan
  4. mudah dihafalkan

Komponen Pernyataan Misi (David, 2006)

1. Pelanggan – Siapa pelanggan perusahaan?

2. Produk/jasa – Apa produk/jasa utama perusahaan?

3. Pasar – Secara geografis, dimana perusahaan berkompetisi?

4. Teknologi – Apa perusahaan menerapkan teknologi terbaru?

5. Perhatian akan keberlangsungan, pertumbuhan dan profitabilitas – Apakah perusahaan berkomitmen untuk pertumbuhan dan kondisi keuangan yang baik?

6. Filosofi – Apa dasar-dasar kepercayaan, nilai, aspirasi, dan prioritas etika perusahaan?

7. Konsep diri – Apakah kemampuan khusus dan keunggulan kompetitif perusahaan?

8. Perhatian akan citra publik – Apakah perusahaan responsif terhadap pemikiran sosial, masyarakat dan lingkungan?

9. Perhatian pada karyawan – Apakah karyawan merupakan aset yang berharga bagi perusahaan?

Karakteristik Pernyataan Misi (David, 2006)

1. Deklarasi sikap dan pandangan:

a. Memungkinkan untuk perumusan dan pemikiran alternatif tujuan dan strategi tanpa mengurangi kreativitas manajemen

b. Cukup luas untuk menyatukan perbedaan secara efektif dan memiliki daya tarik bagi stake holder

2. Orientasi Pelanggan:

a. Mendifinisikan organisasi apa & apa yang ingin dicapai organisasi

b. Cukup terbatas untuk mengecualikan beberapa bisnis & cukup luas untuk memungkinkan pertumbuhan yang kreatif

c. Membedakan satu organisasi dengan organisasi lain

d. Menjadi kerangka kerja untuk mengevaluasi aktivitas saat ini dan dimasa yang akan datang

e. Dinyatakan dalam difinisi yang cukup jelas dan dipahami bayak orang dalam organisasi

3. Deklarasi kebijakan sosial:

a. Tanggung jawab organisasi terhadap pelanggan, masyarakat, lingkungan, kelompok masyarakat tertinggal, dsb.

b. Ini akan meningkatkan citra publik terhadap perusahaan

Orientasi Pelanggan (David, 2006)

Perusahaan modern tidak mengembangkan suatu produk kemudian mencari pasar, tetapi mengindentifikasi kebutuhan & keinginan pelanggan, kemudian menyediakan barang/jasa yg dapat memenuhi kebutuhan. Pernyataan misi yang baik mengidentifikasi kegunaan produk perusahaan terhadap pelanggannya, sebagai contoh:

· AT&T: berfokus pada komunikasi bukan telepon

· Exxxon Mobil: berfokus pada energi bukan minyak & gas

· Union Pasific: berfokus pada transportasi bukan rail kereta

· Universal Studio: berfokus pada hiburan bukan film

Kesalahan dalam membuat Pernyataan Misi (Tripomo & Udan, 2005)

Banyak perusahaan membuat pernyataan misi, namun pernyataan tersebut tidak berguna, karena kelemahan pernyataan tersebut. Kelemahan pernyataan misi antara lain:

1. Seringkali penyataan misi tidak menunjukkan keunikan, sehingga tidak dapat membedakan dengan perusahaan lain.

2. Pernyataan misi terlalu panjang, sehingga sulit dipahami dan diingat.

3. Tidak berhasil menjadi inspirasi bagi karyawan.

4. Tidak cukup luas, sehingga tidak mampu mengantisipasi pertumbuhan.

5. Tidak cukup sempit untuk memfokuskan arah pergerakan organisasi.

6. Pernyataan misi dibuat hanya untuk formalitas.

Langkah-langkal dalam rapat menentukan Misi (Wall, Solum dan Sobol, 1999)

  1. Menguraikan dan menetapkan maksud rapat
  2. Meminta partisipasi penuh peserta rapat
  3. Mendiskusikan pentingnya pernyataan misi. Ini dimaksudkan agar seluruh peserta rapat memahami dan terdorong untuk aktif memikirkan pernyataan misi. Beberapa pertanyaan yang bisa digunakan untuk diskusi antara lain adalah:
    1. Apakah sebabnya penting mempunyai pernyataan misi
    2. Bagaimana pernyataan misi digunakan dalam perusahaan
    3. Apa dampak yang akan timbul dengan adanya pernyataan misi
  4. Menggali pendapat mengenai unsur pernyataan misi. Ada 4 pertanyaan yang perlu didiskusikan:
    1. Siapa kita?
    2. Apa yang kita lakukan?
    3. Untuk siapa kita melakukan?
    4. Mengapa kita melakukan?

Pendapat dari semua perserta rapat atas pertanyaan tersebut harus dituliskan, kemudian digali tersu sampai habis dan tidak bisa muncul pendapat baru. Daftar tersebut kemudian dibeberkan di depan rapat dan kita minta peserta rapat menilai gagasan/jawaban tersebut. Gagasan yang menurut peserta rapat penting harus ditandai. Gagasan ini yang kemudian digunakan untuk menyusun Pernyataan Misi.

  1. Menuliskan pernyataan Misi
  2. Membuat konsensus atas pernyataan misi.
  3. Menegaskan komitmen terhadap pernyataan misi.
  4. Mensyahkan pernyataan misi.

Contoh Penyataan Misi (David, 2006)

US Poultry & Egg Association:

1. Kami akan bekerjasama dengan organisasi pemerintah yang terkait untuk menyelesaikan masalah umum

2. Kami berkomitmen terhadap kemajuan semua bidang penelitian dan pendidikan dalam teknologi unggas

3. Pameran Unggas Internasional harus selalu tumbuh dan memberi manfaat untuk peserta pameran dan pengunjung

4. Kami harus selalu tanggap dan efektif terhadap perubahan kebutuhan dalam industri kami

5. Regulasi kami mengatur bahwa tidak boleh melakukan duplikasi atas usaha organisasi lain dalam satu group

6. Kami akan berusaha terus menerus memperbaiki kualitas dan keamanan produk unggas

7. Kami akan tgerus berusaha meningkatkan ketersediaan produk unggas

Azas Pedoman (Wall et al., 1999)

Perusahaan perlu mengembangkan azas-azas khusus yang akan memberikan pedoman kepada pekerjaan dan hubungan dalam perusahaan. Azas pedoman ini adalah dafter-tertulis dari nilai-nilai yang dianut perusahaan. Pernyataan Misi menetapkan ’sasaran’, sedangkan Azas Pedoman membentuk budaya yang diperlukan untuk mencapai sasaran tersebut. Pernyataan Misi menetapkan tujuan perusahaan, Azas Pedoman menjelaskan bagaimana mencapai tujuan itu dalam dua bidang:

  1. Azas Pedoman menetapkan standar keahlian untuk menyelesaikan pekerjaan dalam perusahaan. Tanpa standar yang jelas, organisasi akan mengalai usaha yang tidak taat azas, karena karyawan tidak mengetahui tingkat yang harus diperjuangkan untuk dicapai. Azas Pedoman menetapkan tingkat kualitas dan keunggulan yang jelas, sehingga setiap karyawan dapat memahami dan bercita-cita untuk mempertahankannya.
  2. Azas Pedoman mengatur hubungan antar sesama karyawan dalam organisasi pada semual lini dan tingkat. Setiap organisasi mempunyai budaya, yang jika diabaikan akan berkembang dengan sendirinay secara tidak terarah dan seringkali tidak produktif. Jika dibentuk secara sadar dan dipelihara, budaya organisasi akan menambah kekuatan dan kreativitas yang diperlukan oleh organisasi.

Ada 6 unsur budaya penting yang perlu dikembangkan oleh perusahaan dan menajdi Azas Pedoman perusahaan tersebut, ialah:

  1. Pemusatan kepada menggairahkan pelanggan. Perusahaan akan sukses atau gagal tergantung sampai dimana mereka mempunyai komitmen untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Dalam semua perusahaan yang sukses, pelanggan adalah yang terpenting dalam pikiran setiap orang dalam perusahaan.
  2. Keinginan mendesak pada kualitas. Perusahaan yang berhasil pada umumnya mempunyai cita-cita sedrhana ini:
    1. Memuaskan pelanggan sepenuh hati
    2. Membuat kesalahan nol.

c. Tidak melakukan pemborosan.

d. Melakukan hal-hal tersebut setiap hari.

  1. Perbaikan terus menerus. ”Sukses meupakan perjalanan, bukan tempat tujuan”. Perusahaan yang berhasil tidak statis. Mereka selalu, berubah, tumbuh dan bertambah baik. Hal ini akan terjadi jika dilakukan perbaikan yang berkesinanbungan pada budaya perusahaan. Seringkali usaha perbaikan yang dilakukan secara dramatis, besar-besaran, secara sekaligus akan gagal mencapai tujuan. Perbaikan berkesinambungan, walaupun dalam hal-hal kecil, sangat diperlukan oleh perusahaan. Karenanya budaya untuk selalu melakukan perbaikan –walaupun hal kecil- perlu ditumbuhkan pada setiap karyawan.
  2. Partisipasi tingkat tinggi. Partisipasi setiap karyawan dalam usaha perbaikan perusahaan perlu terus didorong. Karyawan di garis depan, yang langsung menangani pekerjaan, adalah orang-orang yang mengbetahui secara pasti masalah yang ada dalam pekerjaannya. Oleh karena itu mereka perlu didorong untuk berpartisipasi penuh dalam pengambilan keputusan. Organisasi perlu menggali kearifan para karyawan, terutama yang paling dekat dengan tindakan.
  3. Kerjasama tim. Pentingnya kerjasama tim dan hubungan tim yang efektif harus terus menerus ditekankan. Inti nilai ini adalah menyarakan bagaimana, sebagai karyawan dan manusia, kita harus memperlakukan dengan baik satu sama lain. Azas Pedoman harus dapat menjawab pertanyaan:
    1. Apa yang diharapkan dari setiap orang dalam perusahaan?
    2. Bagaimana kita dapat bekerja bersama-sama sebaik-baiknya dan masih mempertahankan kreativitas dan produktivitas perorangan?
  4. Etika dan kejujuran. Etika dan kejujuran merupakan landasan dari organisasi. Pelanggaran etika –terutama oleh manajemen- dapat merusak komitmen karyawan yang tidak akan dapat dipulihkan.


1 Comment so far
Leave a comment

begitu banyak arti dan makna dari kata “visi”, ada pandangan, cita-cita, atau pengertian yang lebih panjang dan mendalam lagi, sampai tidak hafal redaksinya Tapi bagi saya visi adalah hal yang membuat kita apabila mengingat atau mendengar kata itu membuat kita bersemangat dan bergairah untuk mencapai itu.tentukan visi hidupmu!..

Comment by dindin




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: